Pers Release Operasi Semeru 2022, Polres Jombang Catat Kenaikan 1706 Teguran

Rabu, 16 Maret 2022 03:35 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang, mengadakan Pers Release Operasi Keselamatan Semeru 2022, di halaman Satlantas Polres Jombang, Selasa (15/3/2022) sore.

Satlantas Polres Jombang mencatat penindakan tilang, sekitar 240 hilang menjadi nihil dan itu mengalami penurunan 100 % dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian, untuk penindakan teguran selama pelaksanaan operasi keselamatan Semeru 2021, terjadi kenaikan dibanding 2022, yaitu sebanyak 1.049 teguran. Sehingga naik menjadi 160% dari 657 teguran menjadi 1706 teguran.

Kasatlantas Polres Jombang, AKP. Rudi Purwanto dalam konferensi pers mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Semeru 2022 mengalami kenaikan 9 atau naik 22% dari 41 menjadi 50 kejadian.

“Mulai dari tanggal 01 sampai 14 Maret 2022, Satlantas Polres Jombang mencatat sedikitnya ada 48 kali kejadian luka ringan, berat dan meninggal dunia,”ungkapnya.

AKP. Rudi juga menyampaikan, bahwa Satlantas Polres Jombang memiliki 1 unit mobil INCAR, yang digunakan untuk melakukan penilangan pelanggar pengendara secara mobile, yaitu di lokasi-lokasi blak spot daerah rawan kecelakaan.

“Faktor yang mempengaruhi kecelakaan lakalantas adalah akibat cuaca, yang saat ini memang kerap terjadi hujan. Sehingga jalan menjadi licin dan sering menyebabkan kecelakaan,”kata AKP. Rudi.

Menurutnya, kendaraan yang mengalami laka lantas didominasi kendaraan roda dua dan umur produktif 16-35.

“Selama Operasi Keselamatan Semeru 2022, kita lakukan penindakan preventif dan preentif. Jadi, petugas hanya memberikan himbauan kepada pengendara untuk menekan dan mengurangi angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Jombang,”pungkas Kasatlantas Polres Jombang, AKP. Rudi Purwanto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi