Dituding Pungut Uang PJU dan Uang Kematian, Kades Bedahlawak: Kabar Itu Tidak Benar

Rabu, 9 Februari 2022 06:12 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Kepala Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memberikan tanggapan terkait beredarnya kabar tentang adanya dugaan pungutan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan iuran kematian (orang meninggal) di desanya.

Dengan adanya pemberitaan tersebut, Kades Masrum melakukan pertemuan dengan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Balai Desa setempat, pada Selasa (08/02/2022) malam.

Masrum meminta klarifikasi, terkait adanya laporan masyarakat tentang adanya pungutan PJU dan iuran kematian di 3 Dusun, yakni Dusun Nglawak, Dusun Dolok dan Dusun Bedah.

Menurutnya, klarifikasi pemberitaan yang beredar, itu perlu diluruskan dan biar tidak terjadi kesalah pahaman kepada warganya.

“Ini perlu kita luruskan, karena ini menyangkut nama baik dan biar tidak ada kesalahan pahaman kepada warga,”jelasnya, saat rapat penerimaan dana insentif kepada BPD, ketua RT dan RW.

Beredar informasi sebelumnya, bahwa adanya tarikan iuran sebesar Rp5000, yaitu di Dusun Nglawak, Dusun Dolok dan Dusun Bedah dengan rincian Rp2000 untuk bayar tagihan listrik jalan (PJU), serta perawatan bila terjadi kerusakan atau mengganti lampu yang mati/rusak dan Rp3000 untuk rukun kematian.

Dalam hal ini, media abdirakyat.com dan beberapa media lainnya mengkonfirmasi kepada ketua RT dan RW dilokasi pertemuan.

Kepala Dusun Nglawak, Linawati didampingi ketua RW Abdul Mannan mengatakan, membenarkan jika di Dusun Nglawak tersebut ada penarikan iuran sebesar Rp5000 kepada warga.

“Namun, yang perlu saya jelaskan adalah kegunaan uang iuran tersebut dengan rincian Rp5000 yaitu Rp3000 untuk rukun kematian, kemudian yang Rp2000 digunakan untuk pengadaan tiang dan perawatan lainnya,”ungkapnya. 

 

 

 

 

 

 

Linawati menyebut, keperluan yang digunakan dari uang itu antara lain: Mengganti lampu jika mati atau rusak, jadi bukan untuk biaya bayar tagihan listrik jalan.

“Beredarnya berita, bahwa iuran itu untuk biaya bayar tagihan lampu jalan itu salah dan tidak benar. Tapi, iuran sebesar Rp5000 itu digunakan untuk kepentingan bersama dan sudah menjadi kesepakatan kita bersama warga Dusun Nglawak, yang berdasarkan dari hasil musyawarah,”ungkapnya.

Sementara itu, Jasmin selaku ketua RT Dolok, yang juga didampingi Ketua RW Hidayatulloh saat dikonfirmasi mengungkapkan, terkait iuran di Dusun Dolok sebesar Rp5000 tersebut, ia mengaku itu merupakan iuran kematian dan atas dasar kemanusiaan.

“Pembayaran iuran tersebut dilakukan atas inisiatif warga Dusun Dolok sendiri dan itu diadakan setiap ada orang yang meninggal, tapi bukan setiap bulan. Sedangkan untuk iuran kematian ini sudah berjalan sejak puluhan tahun silam dan ini sebagai bentuk kerukunan, serta kebersamaan warga Dusun Dolok,”ujarnya.

Jasmin menambahkan, dari dana yang terkumpul tersebut langsung di serahkan kepada keluarga duka, dengan maksud agar di pergunakan untuk biaya pemakaman.

“Saya tegaskan, bahwasa di Dusun Dolok tidak ada iuran untuk membayar tagihan listrik jalan dan perawatan lampu penerangan jalan atau yang lainnya, sekali lagi tidak ada dan itu tidak benar, “tegasnya.

Terpisah, menurut pengakuan Ketua RW Sobirin, yang didampingi Sutrisno selaku Ketua RT Dusun Bedah mengatakan, terkait iuran Rp5000 di Dusunnya itu adalah iuran yang di pergunakan untuk sampah, atau kebersihan.

“Iuran Rp5000 itupun atas usulan dan permintaan warga Dusun Bedah melalui musyawarah sendiri, Jadi pada intinya, di Dusun Bedah tidak ada iuran apapun selain iuran tersebut.”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi