Israel Bom Anak hingga Cucu Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Kamis, 11 April 2024 15:05 WIB
Reporter : Redaksi
Foto: Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok Palestina Hamas

Pasukan Israel masih terus membombardir Gaza, meski dalam perayaan Idul Fitri. Serangan udara yang dilancarkan pada Rabu (10/4) waktu setempat turut menewaskan 3 anak pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Beberapa cucunya juga menjadi korban dalam serangan pasukan Israel tepat pada Hari Raya Idul Fitri. Dalam keterangannya, Haniyeh mengatakan anak-cucunya sedang mengunjungi saudara dan kerabat di kamp pengungsian Al-Shati di sebelah utara Gaza, dikutip dari Aljazeera, Kamis (11/2024).

Dilansir Al Arabiya, Kamis (11/4), ketiga putra Ismail yang tewas bernama Hazem, Amir dan Mohammad. Mereka diserang saat berkendara bersama cucu Haniyeh di kamp Al-Shati di Gaza.

Tiga cucu Haniyeh juga tewas dalam serangan itu dan 3 lainnya terluka. Total ada 6 orang yang tewas.

Haniyeh mengatakan Israel ingin membalas dendam dengan niat pembunuhan dan pertumbahan darah. Ia mengecam perbuatan Israel yang tak mematuhi hukum apa pun.

Lebih lanjut, Haniyeh mengungkap sebanyak 60 anggota keluarganya telah terbunuh sejak agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023 lalu.

Haniyeh telah buka suara atas serangan mematikan tersebut. Ia mengatakan, meskipun Israel menargetkan keluarganya, pihaknya tak akan mengubah garis perjuangan Hamas di Gaza.

“Permintaan kami jelas dan spesifik dan kami tidak akan memberikan konsesi terhadap tuntutan tersebut. Musuh berkhayal berpikir bahwa menargetkan anak-anak saya akan mengubah negosiasi dan sebelum gerakan tersebut mengirimkan tanggapannya, akan mendorong Hamas untuk mengubah posisinya,” kata Haniyeh kepada TV milik Al Jazeera.

“Darah anak-anak saya tidak lebih berharga daripada darah rakyat kami,” lanjut Haniyeh.

Ditunjuk sebagai pemimpin kelompok Hamas pada tahun 2017, Haniyeh telah berpindah-pindah antara Turki dan ibu kota Qatar, Doha untuk menghindari blokade Israel di Gaza. Ia mengatakan Hamas tak akan menyerah menekan Israel untuk melakukan genjatan senjata permanen, mengembalikan warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka, serta membebaskan tahanan Palestina.

 

 

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi