Tim Kesehatan Hewan Disperta Nganjuk Turun Beri Edukasi dan Injeksi Puluhan Ekor Sapi di Kalianyar 

Kamis, 23 Juni 2022 04:57 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

NGANJUK, Abdirakyat.com – Kegalauan para peternak sapi di Desa Kalianyar Kecamatan Ngronggot akhirnya sedikit terobati. Itu setelah rombongan pegawai bersama Petugas Penyuluh Lapang ( PPL ) dan dokter hewan  dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, bertandang ke sejumlah kandang sapi milik warga, tepatnya di RT 09 RW 05.

Kedatangan mereka selain untuk melihat secara langsung kondisi sapi milik warga yang dikabarkan banyak yang terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK), juga memberikan edukasi dan melakukan tindakan penyuntikan ke sejumlah ekor sapi yang rata rata masih dalam kondisi lemah. Dengan gejala mulut sapi mengeluarkan air liur banyak, kaki pincang dan sulit berdiri juga kuku ada sebagian yang  nyaris lepas..

Melihat kondisi seperti itu, akhirnya petugas menyuntikkan tiga jenis injeksi.Diantaranya vitamin, antipiretik juga antibiotik. Ditambah cairan antibiotik berwarna biru keunguan untuk menghilangkan parasit pada kuku sapi.

“Kebetulan bantuan obat yang turun dari pusat  cuma tiga jenis itu. Untuk vaksin kita masih nunggu,”terang Drh, Neneng Susanti selaku Kasi Kesehatan Hewan saat ditemui dilokasi.

Yang terpenting juga masih kata Neneng Susanti untuk memperhatikan kebersihan kandang. Selain itu, peternak rutin memperhatikan air liur yang keluar dari mulut sapi. Karena sumber virus berasal dari air liur.

” Kalau menetes ke kaki, maka bisa dipastikan akan berakibat fatal. Kaki dibagian kuku dalam waktu singkat bisa terinfeksi. Penanganan pemilik terhadap kebersihan kaki dari air liur masih kurang,”paparnya juga.

Karena sudah terlanjur ke kaki, lebih lanjut dikatakan Kasi Keswan maka diperlukan penyemprotan cairan desinfektan yang berguna untuk membunuh virus.

” Adapun luka nya bisa pakai obat luar yang bisa dibeli bebas, murah dan diaplikasikan oleh peternak sendiri,” lanjutnya.

Disarankan juga kepada peternak kalau bisa memindahkan ternak yang sakit kaki ke tempat yg tidak beralaskan plester. Itu bertujuan untuk mengurangi rasa sakit akibat tumpuan tubuh sapi. Bisa dipindah ke tanah dilapisi brambut (sekam).

Di penghujung wawancara, Neneng Susanti menegaskan bagi para peternak untuk tetap sabar. Karena PMK bisa sembuh, tidak menular ke manusia.

“Yang pasti dagingnya aman dikonsumsi,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan Kades Kalianyar, Joko Murtejo mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian pemerintah daerah dalam rangka ikut meringankan beban peternak ditengah wabah PMK ini.

“Semoga pasca tindakan bantuan penyuntikan ini bisa berkelanjutan tindakan vaksinasi,”tandas kades. (adi)

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi