Asosiasi Kopi Wonosalam Ikuti Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya

Kamis, 23 Juni 2022 06:37 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang menyelenggarakan Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya di ruang rapat Wisata Duran Duren Wonosalam, pada Rabu (22/6/2022) siang.

Dikatakan Bupati bahwa Indonesia merupakan negara terbesar keempat yang memproduksi biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal tersebut membuat produk kopi kita memiliki keunggulan dalam volume produksi dibandingkan negara lainnya.

Sehingga bisa dikatakan bahwa kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam kegiatan perekonomian tanah air. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis, seperti hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kapasitas produksi.

Narasumber yang dihadirkan pada sarasehan ini diantaranya H. Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Andi Dharmawan.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang hadir didampingi Staf Ahli, Kepala OPD terkait, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ir. Hari Oetomo MSi, Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam Endrias Bambang Sugeng beserta segenap anggota Asosiasi Kopi Wonosalam (AKW) dalam sambutannya meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian guna memajukan hasil perkebunan di kawasan Wonosalam, terutama Kopi Wonosalam yang sudah mendunia. Sebab semuanya saling terkait dan harus mengedepankan kebersamaan.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi buat Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagrin) Kabupaten Jombang yang menyelenggarakan Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya,”terang Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.

Bupati Mundjidah Wahab berharap melalui sarasehan ini, Anggota Asosiasi Petani Kopi Wonosalam terus menambah ilmu. Tidak hanya menuntut ilmu terkait peningkatan kualitas kopi dan pemasaran saja, tapi juga menambah ilmu bagaimana produksi tanaman kopi dapat terus kontinue.

Bupati menegaskan bahwa OPD terkait harus punya data. Utamanya terkait berapa hasil produksi kopi kita, berapa kebutuhan kopi dipasar lokal kita, apalagi dengan menjamurnya kafe saat ini yang membutuhkan kopi, serta berapa yang harus di ekspor.

“Jangan sampai semua kopi diekspor keluar, tapi kebutuhan sendiri tidak terpenuhi malah ambil dari luar,”tutur Bupati Mundjidah Wahab.

“Saya berharap Ilmu dari hasil dari Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya bisa dibagikan kepada masyarakat petani di Wonosalam. Sehingga setiap rumah punya tanaman kopi. Bibit kopi diberikan secara gratis, dibiayai dari APBD,”pungkas Bupati Mundjidah Wahab. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi