Edukasi Program KB Medis Operasi dan Penandatanganan MOU Pelayanan KB

Rabu, 16 Maret 2022 08:49 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab membuka Rapat Koordinasi Pembekalan Pelayanan KB Medis Operasi dan Kontrasepsi lainnya, serta Mou Pelayanan KB antara Dinas PPKB, PPPA dengan faskes se-Kabupaten Jombang, di Gedung Bung, Selasa (15/3/2022) pagi.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab memulai sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Penyuluh Keluarga Be, Pimpinan Fasilitas Kesehatan Pelayanan KB se-Kabupaten Jombang serta seluruh sektor terkait.

“Terima kasih, juga khususnya pada Penyuluh Keluarga Be (PKB) yang kegiatannya langsung menyentuh masyarakat. Saya meminta untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, sehingga dalam memberikan advokasi kepada steakholder dan Komunikasi, Edukasi Dan Infomasi (KIE) tentang program pembangunan keluarga dan keluarga berencana ( Bangga Kencana) mudah diterima masyarakat. Melalui KIE yang berkualitas akan menerimanya konsep keluarga kecil yang berketahanan/berkualitas. Jika setiap keluarga memiliki ketahanan yang tangguh dan bekualitas, maka diharapkan akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing,”tutur Bupati Jombang.

“Saya ingin menegaskan bahwa penduduk Indonesia saat ini adalah generasi muda, jumlah usia produktif yang sering diistilahkan dengan bonus demografi. Kita harus betul-betul mempersiapkannya, sehingga pada saat Indonesia Emas muncul adalah keluarga-keluarga yang sehat, produktif dan betul-betul memiliki kualitas. Karena di tangan generasi muda inilah nasib bayi yang baru lahir maupun yang akan lahir ke depan,”katanya.

Untuk itu, Bupati meminta jajaran terkait dari Pemerintah Kabupaten sampai ke Desa untuk menggunakan strategi yang berbeda dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan.

Karena kelompok sasaran utama binaan Bapak-Ibu adalah generasi muda, keluarga muda yang lebih berkarakter digital. Metode komunikasi juga harus berubah, dan harus berkarakter kekinian. Penyampaian-penyampaian informasi dengan menggunakan media-media yang kekinian, sehingga pesan itu bisa sampai ke sasaran yang kita inginkan.

Tidak hanya itu, sosialisasi dan perencanaan jumlah anak dan jarak antar kelahiran. Peran dan dukungan fasilitas kesehatan dalam pelayanan KB penting. Pelaksanaan pelayanan KB dengan fasilitas kesehatan se-Kabupaten Jombang diharapkan dapat meningkatkan cakupan pelayanan KB.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk menyiasati strategi agar akseptor tidak putus menggunakan KB bahkan sasaran peserta KB baru perlu ditingkatkan terhadap pasangan pengantin baru dan pasangan usia muda usia paritas rendah karena cenderung cenderung berisiko di era pandemi,”ujarnya.

Yang tidak kalah pentingnya untuk disosialisasikan adalah juga membangun ketahanan keluarga. Membangun ketahanan secara utuh dalam berbagai bidang, baik bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan anak dan kebahagiaan keluarga, mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan, juga terjaganya sumber-sumber pendapatan, adalah pilar kesejahteraan dan ketahanan keluarga setiap keluarga Indonesia.

Bupati juga menyebut pencegahan stunting menjadi program prioritas nasional. Kendali pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Jombang pada saat ini ada di Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, tentu saja didukung oleh lintas sektor yang terkait.

“Penurunan angka stunting bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. Tetapi jika kita bekerja dengan serius, lapangannya terkuasai, bekerja sama, berkolaborasi, saya kira penurunan angka stunting akan bisa kita lakukan secara signifikan. Kita harus punya target penurunan yang jelas, tahun 2023 harus bebas stunting. Saya juga tegaskan kembali agar seluruh elemen ikut mendukung keberhasilan program keluarga berencana,”pungkas Bupati

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Nurkamalia, SKM, MSi, Direktur dan Pimpinan Fasilitas Kesehatan se-Kabupaten Jombang, koordinator penyuluh KB se-Kabupaten Jombang itu juga dilakukan MOU secara simbolis antara Kepala DPPKB-PPPA Nurkamalia, SKM, MSi denganperwakilan Faskes dari RSUD Ploso dan RSU dr. Moedjito yang disaksikan Bupati Jombang juga Ketua Komisi D-DPRD Jombang, peserta juga mendapatkan materi pembekalan.

Materi pertama tentang Implementasi Kebijakan Pelayanan KB di Faskes Kabupaten Jombang oleh Erna Kuswati Ketua Komisi D-DPRD Jombang. Materi lain yang disampaikan oleh drWahyu Sri Hariniyakni Pemantapan Pelayanan KB Di Faskes, dilanjutkan dengan Evaluasi Pelayanan KB , Diskusi dan Tanya Jawab. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi