Ironis, Kasus Kekerasan Anak di Jombang Terus Melonjak Setiap Tahun

Jumat, 12 April 2024 09:08 WIB
Reporter : Redaksi
foto ilustrasi Kekerasan pada anak

Jombang, Berdasarkan data di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Jombang, menyebut ada 94 kasus yang muncul ke permukaan.

M Musyafik, Kepala UPTD PPPA Jombang mengatakan Bahwa Sepanjang 2023, kasus kekerasan anak melonjak cukup tajam jika dibandingkan dengan 2022. Jenis kekerasan anak yang terjadi bermacam-macam. Mulai pengeroyokan, penganiayaan, tawuran, pelecehan seksual, persetubuhan, incest, anak hilang, bullying, perebutan anak, penelantaran, pencurian, pekerja anak hingga trafficking.

Saat ditanya kategori usia, disebutnya kekerasan anak usia 12-15 tahun (setingkat siswa SMP, Red)  yang mendominasi.

Jumlahnya sebanyak 36 kasus. Setelah itu anak lebih dewasa usia 15-18 tahun (setingkat siswa SMA, Red).

Disusul anak usia 7-12 tahun (setingkat siswa SD, Red) sebanyak 12 kasus. Kemudian anak di bawah usia 7 tahun tercatat ada 15 kasus.

”Tidak semua kekerasan seksual, beragam sekali masalahnya, yang di bawah usia 7 tahun biasanya karena penelantaran,” Kata M Musyafik

Dia juga mencontohkan, salah satu kasus kekerasan anak salah satunya menimpa siswa kelas 8 SMP di Kecamatan Kabuh. Ia menjadi korban kekerasan seksual hingga hamil oleh tetangganya sendiri yang sudah punya anak dan istri.

”Awalnya pelaku mau bertanggungjawab dengan memberikan nafkah, tapi begitu kandungan mulai besar, keluarga korban lapor polisi, sehingga pelaku langsung lepas tanggungjawab, dan sekarang malah kabur,” jelasnya.

Kasus ini ditangani UPTD PPA Jombang saat kandungan memasuki usia 6 bulan.

Selama hamil, anak yang masih duduk di bangku kelas 8 tersebut masih mau sekolah. Dan melahirkan setelah selesai ujian semester ganjil.  Sudah melahirkan sekitar dua bulan lalu, setelah ujian, dan sekarang sudah sekolah lagi. Bayi yang dilahirkan kemudian diserahkan kepada negara karena tidak dikehendaki baik ibu maupun keluarganya. Diserahkan ke Sidoarjo, jadi anak negara, dan bisa diadopsi bagi yang mengajukan dan memenuhi syarat,” pungkas dia

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Jombang sudah menjalankan tahapan untuk menjadi Kabupaten Layak Anak dari tahun 2014 hingga sekarang. Kabupaten Jombang adalah kategori KLA Nindya. Untuk meningkat menjadi Madya, kuncinya adalah dengan bersinergi, berkolaborasi antara Dinas PPKB PPPA dalam mewujudkan pelembagaan pemenuhan hak anak pada lembaga pemerintah, non pemerintah, dunia usaha juga Desa untuk mewujudkan pembangunan berbasis hak anak dalam rangka mendukung mewujudkan Desa Layak Anak, juga Sekolah yang Ramah Anak (*)

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi