JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan pelaku usaha tahu di Jogoroto meresmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu, Selasa (16/8).
Acara yang dipusatkan di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, juga dirangkai dengan Festival Tahu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Bupati Jombang Warsubi, jajaran direksi PGN, Forkopimda, kepala OPD, hingga ratusan pengrajin tahu kawasan Jogoroto.
Agenda dimulai dengan penanaman pohon, peletakan batu pertama pembangunan IPAL, kunjungan ke stan festival, hingga sambutan pejabat pusat dan daerah.
Sejak 1970-an, Jogoroto dikenal sebagai sentra produksi tahu terbesar di Jombang dengan 88 unit usaha di tiga desa: Mayangan, Sumbermulyo, dan Ngumpul. Industri ini menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja dengan kebutuhan bahan baku kedelai sekitar 84 ton per hari.
Namun, aktivitas produksi menghasilkan lebih dari 1,2 juta liter limbah cair setiap hari, sebagian besar dibuang langsung ke lingkungan, sehingga mencemari sungai, menurunkan kualitas air tanah, dan menimbulkan keluhan warga.
Direktur PPMA KLHK/BPLH, Tulus Laksono, mengingatkan bahwa limbah tahu Jogoroto memberi beban pencemar hingga 4.200 kg BOD per hari ke Sungai Brantas.
“Kalau diolah melalui IPAL, beban ini bisa ditekan hingga hanya sekitar 400 kg BOD per hari. Dampaknya sangat signifikan bagi kualitas air Sungai Brantas yang mengalir di sepanjang Jawa Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga keberlanjutan industri tahu sekaligus melestarikan lingkungan.
“IPAL Komunal ini bukti nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat memberi regulasi, daerah memfasilitasi, PGN hadir dengan dukungan strategis, dan pelaku usaha mengambil peran penuh. Inilah kolaborasi sesungguhnya,” ujarnya.
Pembangunan IPAL Komunal ini juga mendapat dukungan dari Paguyuban Sumber Berkah, wadah para pengrajin tahu yang tengah berkembang menjadi koperasi.
Bersama program CSR Kampung Pangan Bersinar dari PGN, proyek ini diharapkan menjadi solusi terpadu untuk mengurangi pencemaran, menjaga kesehatan masyarakat, serta memastikan “Tahu Njombang” tetap menjadi produk unggulan daerah yang berkelanjutan.
Views: 26




















