Disnaker Jombang Dampingi Bupati Lepas Satu Keluarga Transmigran ke Halmahera Tengah, Dapat Bansos Rp10 Juta

Selasa, 23 Desember 2025 09:12 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Suasana haru menyelimuti ruang kerja Bupati Jombang di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Senin (22/12/2025) pagi.

Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi melepas satu keluarga asal Desa Ngoro yang akan memulai lembaran hidup baru melalui program transmigrasi ke Desa Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Keluarga transmigran tersebut terdiri dari Muliono (kepala keluarga), Gendrolindu (istri), serta putra mereka, Galih Ramadan.

Prosesi pelepasan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Isawan Nanang Risdianto, Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria, serta Kepala Bagian Organisasi Setdakab Jombang Adi Prasetyo.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Pemkab Jombang melalui Disnaker menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp10 juta serta bingkisan kenang-kenangan kepada keluarga Muliono.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa program transmigrasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan nasional melalui pemerataan penduduk.


“Ini bukan sekadar memindahkan penduduk. Ada kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk membuka peluang kehidupan baru. Di sana tersedia lahan yang bisa dibudidayakan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga,”ujar Warsubi.

Bupati juga berharap keluarga transmigran asal Jombang tersebut dapat segera beradaptasi dan berperan aktif dalam pembangunan di daerah tujuan.

Ia pun menginstruksikan Disnaker Jombang untuk tetap melakukan monitoring meskipun keluarga tersebut telah menetap di luar Pulau Jawa.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan bagi Pak Muliono sekeluarga,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menjelaskan bahwa pelepasan ini merupakan bagian dari program transmigrasi pemerintah pusat.

Proses pemberangkatan dilakukan dari kabupaten/kota, sedangkan penempatan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, dengan dukungan pemerintah provinsi.

“Provinsi berperan dalam fasilitasi pembekalan, persiapan, hingga pemberangkatan calon transmigran,”jelas Isawan.

Ia juga menyebutkan bahwa lokasi penempatan di Waleh SP 3 memiliki potensi besar. Selain lahan yang subur untuk hortikultura dan perkebunan, kawasan tersebut hanya berjarak sekitar satu jam dari kawasan industri besar di Halmahera.

“Artinya, selain mengelola lahan yang telah disiapkan pemerintah, transmigran juga memiliki peluang tambahan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi lainnya,”tambahnya.

Pada tahun 2025 ini, keluarga Muliono menjadi satu-satunya peserta transmigrasi asal Kabupaten Jombang.

Di lokasi tujuan, mereka akan bergabung dengan 24 kepala keluarga lainnya yang telah lebih dahulu menempati kawasan permukiman transmigrasi tersebut.

Muliono, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan di Jombang, mengaku siap mengolah lahan pekarangan serta hunian yang telah disediakan oleh pemerintah pusat demi masa depan keluarganya.

Views: 38

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi