Jombang Jadi Pilot Project Nasional: Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026

Senin, 29 Desember 2025 19:24 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat resmi meluncurkan program rintisan (piloting) nasional bertajuk “Miskin Ekstrem Pasti Kerja”.

Kabupaten Jombang dipilih sebagai titik awal implementasi program strategis ini, yang bertujuan menghapus angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga nol persen pada tahun 2026.

Peluncuran tersebut dilaksanakan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Senin (29/12).

Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan.

Berbeda dengan skema bantuan sosial konvensional, program ini mengedepankan strategi pemberdayaan mandiri. Masyarakat kategori miskin ekstrem tidak hanya diberi pelatihan, tetapi langsung ditempatkan sebagai tenaga kerja di unit-unit SPPG.

“Dari Jombang kita membuktikan bahwa kemiskinan ekstrem dapat dihentikan. Setiap rupiah anggaran negara kini dipastikan berorientasi pada pemberdayaan,” ujar Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, saat membacakan sambutan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar.

Di Jombang sendiri, sebanyak 300 warga telah menyelesaikan pelatihan dan siap bekerja dengan estimasi penghasilan sebesar Rp2 juta per bulan. Angka ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah kenaikan biaya hidup.

Program ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan secara masif. Operasional SPPG diwajibkan menyerap bahan baku pangan dari petani dan pedagang lokal di sekitarnya.

“Hal ini mampu menarik gerbong aktivitas usaha mikro kecil secara masif di tingkat desa,” tambah Prof. Nunung.

Secara nasional, pemerintah memproyeksikan penyerapan hingga 1,5 juta tenaga kerja sepanjang periode 2025-2026 melalui jaringan SPPG di seluruh Indonesia.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, menyatakan kesiapan Jombang menjadi tolok ukur nasional. Di wilayahnya, terdapat 7 titik SPPG yang tersebar di Kecamatan Bareng, Diwek, Ngoro, dan Jombang yang akan menjadi motor penggerak program ini.

“Kami menyambut baik jalan bagi keluarga miskin ekstrem untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Jombang siap menjadi contoh sinergi lintas sektor,” tegas Salmanudin.

Fasilitas dapur SPPG di Ngoro dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 8 Januari 2026. Pemerintah optimis, melalui integrasi data yang tepat dan penempatan kerja yang pasti, target penghapusan kemiskinan ekstrem nasional bukan lagi sekadar wacana.

Views: 28

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi