Truk Tangki 8.000 Liter Solar Terjun ke Sungai Pageruyung, Polisi Selidiki Dugaan Sopir Mengantuk

Minggu, 1 Maret 2026 12:37 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

 

MOJOKERTO, Abdirakyat.com – Sebuah truk tangki berwarna biru putih bermuatan 8.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjun bebas ke aliran Sungai Pageruyung, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/3/2026).

Insiden tersebut diduga dipicu oleh pengemudi yang kehilangan kendali akibat kelelahan.

Hingga berita ini diturunkan, bangkai kendaraan masih berada di dasar sungai. Aparat dari Polsek Pageruyung telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Kecelakaan terjadi di jalur penghubung wilayah Mojokerto dengan perbatasan Kabupaten Jombang. Berdasarkan kesaksian warga sekitar, truk tangki tampak melaju tidak stabil sebelum akhirnya terperosok ke sungai.

“Tangki kehilangan kendali sebelum masuk ke sungai. Informasinya sopir mengantuk karena sedang mengejar target pengiriman,”ujar salah satu warga yang menyaksikan pascakejadian.

Meski dugaan kelalaian manusia (human error) menguat, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final. Petugas menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan secara intensif, termasuk pemeriksaan saksi dan penelusuran dokumen kendaraan.

Hasil penelusuran awal di lapangan menyebutkan kendaraan tersebut diduga milik PT Sinar Almas Mulia. Namun hingga kini, manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait status kepemilikan armada maupun tanggung jawab atas muatan solar tersebut.

Insiden ini turut memicu perbincangan di tengah masyarakat mengenai aktivitas distribusi solar yang kerap melintasi jalur alternatif atau jalan tikus dari Jombang menuju Kota Mojokerto.

Warga menyebut kendaraan tangki serupa hampir setiap hari melintasi rute tersebut, diduga untuk menghindari pengawasan jalur utama.

Meski demikian, belum terdapat bukti hukum yang mengaitkan kecelakaan ini dengan praktik distribusi ilegal ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Warga sekitar mendesak agar proses evakuasi segera dilakukan. Kekhawatiran utama adalah potensi kebocoran 8.000 liter solar yang dapat mencemari ekosistem sungai dan mengganggu aktivitas warga yang bergantung pada aliran tersebut.

“Kami berharap segera dievakuasi agar tidak ada kebocoran yang merusak lingkungan sungai kami,”ungkap warga lainnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi.

“Kami minta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui penyebab pasti dan legalitas muatan tersebut,”pungkas pihak Kepolisian Pageruyung. (red) 

Views: 41

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi