Dinas PUPR Jombang Gerak Cepat Atasi Banjir Akibat Luapan Afvoer yang Rendam Sawah dan Ratusan Rumah

Sabtu, 18 April 2026 19:01 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Banjir akibat luapan sejumlah afvoer di Kabupaten Jombang menimbulkan dampak cukup luas.

Tercatat lebih dari 500 hektare lahan padi terdampak, selain ratusan rumah warga yang ikut terendam.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang bergerak cepat dengan menerjunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, terutama di sejumlah titik jembatan.

Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, penanganan dilakukan dengan mengerahkan ekskavator di lokasi terdampak.

Berdasarkan hasil identifikasi, kondisi Afvoer Watudakon sebelumnya dalam keadaan penuh sehingga memicu luapan.

Dampaknya bahkan meluas hingga wilayah Kabupaten Mojokerto, dengan genangan yang mencapai area persawahan dan mendekati permukiman warga.

Dalam proses penanganan, petugas menemukan dua titik sumbatan utama yang berada di Desa Carangrejo dan Desa Pojokerjo, Kecamatan Kesamben. Material yang menyumbat didominasi ranting bambu yang tersangkut di pilar jembatan.

“Dua titik sumbatan sudah kami bersihkan menggunakan ekskavator,”kata Sultoni.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan aliran air yang berangsur lancar. Meski begitu, masih terdapat beberapa titik sumbatan yang belum dapat ditangani karena keterbatasan akses.

“Jika dipaksakan justru berisiko merusak tanggul dan memicu luapan baru, sehingga sementara kami tunda,”jelasnya.

Seiring penanganan yang dilakukan, genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai surut, di antaranya di Desa Carangrejo, Kedungbetik, hingga Podoroto sampai ke bagian hilir.

Ke depan, PUPR menilai diperlukan normalisasi saluran air secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa. Namun, pelaksanaannya masih menunggu tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Normalisasi memang diperlukan, tetapi saat ini kondisi debit air masih tinggi. Kemungkinan pelaksanaan dilakukan beberapa bulan ke depan, menunggu cuaca membaik dan curah hujan menurun,”pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Jombang mencatat sekitar 525 hektare lahan sawah terdampak banjir, yang tersebar di Kecamatan Kesamben, Ploso, dan Plandaan. (red)

Views: 24

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi