JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menempuh langkah strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan kawasan Tirta Wisata sebagai ikon destinasi keluarga.
Melalui kolaborasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), digelar aksi penebaran ratusan kilogram ikan dalam rangkaian Festival 1630, Sabtu (25/4/2026).
Kepala Disporapar Jombang, Nur Evva Maylia, S.STP., MM., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian ekosistem air.
Selain bibit ikan, pemerintah juga menyalurkan sumbangan lebih dari satu kuintal ikan siap pancing dari para donatur.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan. Dukungan penuh dari DKPP dan para donatur menjadi energi tambahan untuk mensukseskan Festival 1630 ini,” ujar Nur Evva saat ditemui di lokasi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DKPP Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si., menyoroti nilai historis Tirta Wisata yang sangat melekat di hati masyarakat Jombang.
Menurutnya, menghidupkan kembali aktivitas memancing adalah cara paling efektif untuk memicu pertumbuhan pariwisata yang sempat stagnan.
“Tirta Wisata punya kenangan luar biasa bagi warga, termasuk saya pribadi. Dengan penebaran ikan ini, kami berharap masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga kelestarian tempat ini,”ungkap Bambang.
Puncak acara ditandai dengan kegiatan“Sedekah Ikan dan Mancing Bareng” yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB di Danau Tirta Wisata.
Acara yang bersifat terbuka untuk umum dan gratis ini menarik minat ratusan pemancing dari berbagai penjuru Jombang.
Berbagai jenis ikan seperti tombro, mujair, hingga nila menjadi buruan para peserta yang telah memadati tepian danau sejak pagi.
Panitia mengemas acara ini dengan konsep “sedekah” untuk menekankan aspek kepedulian sosial dan kebersamaan.
Melalui momentum ini, Pemkab Jombang optimis bahwa integrasi antara rekreasi rakyat dan ekonomi kreatif dapat kembali bergeliat, sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas publik sebagai pusat interaksi sosial yang sehat dan produktif. (red)
Views: 47




















