Geger Penemuan Bayi di Jogoroto, Orangtuanya Ternyata Pelajar SMP dan SMA

Senin, 18 Mei 2026 19:31 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Kasus pembuangan bayi kembali menghebohkan warga Kabupaten Jombang. Seorang bayi perempuan ditemukan terlantar di teras rumah warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Senin (18/5/2026) dini hari.

Selain itu, polisi mengungkap pelaku diduga pasangan remaja yang masih berstatus pelajar.

Kapolsek Jogoroto, AKP M Djulan mengatakan, ibu bayi berinisial EK, siswi kelas 3 SMP asal Kecamatan Sumobito. Sedangkan ayah bayi berinisial S, pelajar kelas 2 SMA asal Kecamatan Mojoagung.

Dari hasil penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga dilahirkan sendiri oleh EK di rumahnya dengan bantuan sang pacar tanpa penanganan medis.

“Setelah bayi lahir kemudian dibawa dan ditinggalkan di wilayah Jogoroto hingga ditemukan warga,”kata AKP Djulan.

Penemuan bayi itu bermula saat seorang warga bernama Kasdolah (54) mendengar suara tangisan bayi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat dicek keluar rumah, ia mendapati bayi perempuan terbungkus kain putih berada di teras rumahnya.

Kondisi bayi saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusar dan ari-ari yang menempel. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Petugas bersama tim medis langsung mengevakuasi bayi ke Puskesmas Mayangan untuk mendapatkan penanganan.

“Bayinya saat ini dirawat di Puskesmas Mayangan dan kondisinya sehat,” katanya.

Polisi selanjutnya melakukan penelusuran terhadap perempuan yang diduga baru melahirkan. Dari hasil penyelidikan, petugas mengarah kepada EK dan S yang diketahui masih berstatus pelajar.

“Biasanya kondisi ibu yang baru melahirkan masih terlihat lemah, dari situ kami melakukan pendalaman hingga mengarah kepada keduanya,” jelas Djulan.

Tak lama setelah kasus penemuan bayi viral, EK disebut sempat datang ke lokasi penemuan sebelum akhirnya menuju Puskesmas Mayangan untuk melihat kondisi bayinya.

Polisi juga menduga kehamilan EK selama ini tidak diketahui pihak keluarga maupun lingkungan sekitar. Berdasarkan pengakuan sementara, aktivitas sehari-hari remaja tersebut dihabiskan untuk sekolah dan mengaji.

“Menurut pengakuannya, selama hamil tidak diketahui keluarga karena aktivitasnya sekolah lalu mengaji,” ungkapnya.

Saat ini polisi masih mendalami motif di balik aksi pembuangan bayi tersebut. Aparat juga masih menunggu perkembangan pemeriksaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kasus pembuangan bayi tentu ada unsur pidana. Namun untuk tindak lanjutnya kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (rozi) 

Views: 72

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi