JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kewirausahaan dan manajerial bagi para penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Program Putri Jawara Tahun 2026 di Desa Darurejo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi perempuan penerima bantuan sosial.
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan penerima Program Bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara yang disiapkan untuk menjadi pelaku usaha mandiri dan produktif.
KIP Putri Jawara sendiri merupakan akronim dari Perempuan Tangguh dan Mandiri Jadi Wirausaha Unggul Nusantara. Program ini diselaraskan dengan visi pembangunan pemberdayaan perempuan menuju Perempuan Tangguh, Mandiri, Jawa Timur Sejahtera.

Bimtek yang diikuti para penerima manfaat KIP Putri Jawara tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan berwirausaha, pengelolaan usaha, serta peningkatan keterampilan manajerial.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Melalui Bimtek ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kewirausahaan, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola usaha, menyusun perencanaan bisnis, hingga strategi pemasaran yang efektif,”terangnya.
Selain materi kewirausahaan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai manajemen keuangan, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, serta penguatan mental dan motivasi berusaha.
Agung Hariadi berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan produktif sehingga para penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang dikelola secara berkelanjutan.
“Saya berharap, kegiatan ini mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan produktif. Dengan demikian, penerima manfaat KIP Putri Jawara tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Agung.
Ia menambahkan, bimbingan teknis manajerial usaha diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penerima bantuan kewirausahaan dalam mengelola usaha secara profesional, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Semoga dengan kegiatan Bimbingan Teknis Kewirausahaan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya, sehingga dapat menjadi seorang wirausaha dengan kemampuan manajerial yang mumpuni serta menjadi entrepreneur yang penuh inovasi,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Wiwik Subandiyah yang merupakan Ketua Yayasan Tjatur Guna, Mentor Women Earth Alliance Indonesia periode 2019–2024, serta Juara III Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Wiwik memberikan materi mendalam mengenai pembentukan mentalitas usaha, pengelolaan literasi finansial, serta manajemen risiko bagi para pelaku usaha pemula. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kemampuan mengelola keuangan, mengambil keputusan, dan membangun pola pikir kewirausahaan yang kuat.
“Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan aset ekonomi utama dalam sebuah keluarga. Ketika seorang perempuan diberikan ruang, pengetahuan manajerial, dan akses literasi yang tepat, mereka mampu mentransformasi pendapatan keluarga secara signifikan dan melahirkan nilai bisnis yang nyata di lingkungannya,” ungkap Wiwik Subandiyah di sela pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan kewirausahaan dan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Menurut Wiwik, penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan dan pendampingan usaha juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis keluarga dan komunitas.
“Program Bimtek kewirausahaan dan manajerial ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor usaha mikro dan kecil,” pungkasnya.
Views: 19




















