Keluarga Sempat Tolak Autopsi, Tetangga Kos Bongkar Siasat Kakak yang Aniaya Adik hingga Tewas

Selasa, 16 Juni 2026 09:17 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Misteri kematian Choiriyah (47), seorang perempuan penyandang tunagrahita di Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap.

Polisi menduga, jika korban meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan kakak kandungnya sendiri berinisial S (61).

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kos di Dusun/Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, pada Jumat (12/6/2026).

Seusai korban ditemukan tak berdaya, S menghubungi keluarganya dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

“Korban dievakuasi oleh keluarga dan langsung dimakamkan,”katanya, Senin (15/6/2026).

Hasil penyelidikan mengungkap adanya dugaan kekerasan terhadap korban. Berdasarkan keterangan saksi, S sempat mengaku adiknya meninggal karena terjatuh di kamar mandi.

Namun, sedikitnya dua tetangga kos mengaku melihat langsung aksi penganiayaan terhadap korban.

Polisi menyebut kakak dan adik tersebut baru sekitar dua pekan tinggal di rumah kos itu. Keduanya berasal dari Dusun Pajaran, Desa Peterongan.

Meski terdapat saksi yang mengetahui dugaan penganiayaan, keluarga memilih tidak melaporkan kejadian tersebut dan langsung memakamkan korban pada hari yang sama. Penyelidikan baru dilakukan setelah informasi dugaan kekerasan diterima aparat kepolisian.

Laporan resmi akhirnya dibuat oleh salah seorang tetangga kos, M. Fatoni, pada Minggu (14/6/2026). Polisi kemudian memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengekshumasi dan mengautopsi jenazah korban.

Menurut Dimas, proses ekshumasi sempat mendapat penolakan dari keluarga. Namun setelah diberikan penjelasan mengenai dugaan kematian tidak wajar, keluarga akhirnya menyetujui tindakan tersebut.

Hasil autopsi menunjukkan adanya banyak luka akibat benturan benda tumpul di tubuh korban. Penyebab kematian diduga berkaitan dengan resapan darah pada kulit kepala disertai pembusukan organ dalam.

Polisi juga menduga korban mengalami kekerasan menggunakan tangan kosong maupun benda-benda di sekitar lokasi, termasuk tongkat sapu dan ulekan, serta sempat dibenturkan ke dinding dan dicelupkan ke kamar mandi.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pelaku maupun alasan keluarga tidak segera melaporkan dugaan tindak pidana tersebut.

Polisi menyatakan belum menemukan unsur perintangan penyidikan dari pihak keluarga, meski sempat terjadi penolakan terhadap proses autopsi.

Views: 18

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi