Program OPOP di Jombang Mendapat Dukungan Dari Bupati Jombang

Kamis, 2 September 2021 07:54 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program One Pesantren One Product (OPOP) Jatim, di Kabupaten Jombang.

Hal itu disampaikan Hj. Mundjidah Wahab Bupati Jombang, saat menerima kunjungan Tim OPOP Jatim, pada Rabu (1/9/2021) di ruang Swagata Pendopo Pemkab Jombang.

Bupati mengatakan, bahwa di Kabupaten Jombang banyak program yang berbasis pesantren. Diantaranya, ada program Santri Tani Milenial. Bahkan beberapa kali kegiatan pameran OPOP sudah dilaksanakan di Kabupaten Jombang. Yaitu pada saat hari Santri, serta ketika ada kunjungan Wakil Presiden ke Kabupaten Jombang. Program OPOP yang dinilai Bupati merupakan program unggulan Gubernur Jawa Timur yang harus didukung sebagai upaya pemberdayaan perekonomian berbasis pesantren.

“Embrio OPOP sudah ada di Jombang, Pemerintah Kabupaten Jombang siap mendukung, menyetujui dan bersinergi dengan OPOP Jatim untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat berbasis pondok pesantren,”katanya

Bupati Mundjidah Wahab saat menerima Tim OPOP Jatim, yang dipimpin oleh Dr. Mas Purnomo Hadi, MM, Plt. Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Jatim Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Harian OPOP, Dibantu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kabag. Kesra dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Purnomo Ketua Harian OPOP Jatim, menjelaskan bahwa Program OPOP dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 62 tahun 2020 tentang OPOP. Dalam Peraturan Gubernur dijelaskan bahwa Program OPOP dilaksanakan melalui pemberdayaan Pesantren, Santri dan Alumni. Melalui Tiga Pilar OPOP, yaitu Pesantrenpreneur, Santripreneur dan Sosiopreneur.

Lebih lanjut, Purnomo menjelaskan, tiga pilar tersebut dilaksanakan dengan fokus dan pengobatan yang berbeda. Santripreneur, fokus pada upaya pemberdayaan santri dalam kewirausahaan. Santri diharapkan mendapatkan teori dan praktik kewirausahaan di pondok pesantren. Dengan demikian memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal boyong/lulus dari pondok pesantren. Pesantrenpreneur, fokus pada upaya pemberdayaan perekonomian pondok pesantren.

Satu pesantren berharga untuk memiliki minimal satu produk unggulan. Pesantren memiliki Badan Usaha berupa Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Pendampingan dilakukan melalui 5 aspek, yakni : 1. Kelembagaan; 2. Sumber Daya Manusia; 3. Produk; 4. Pemasaran; dan 5. Pembiayaan/Permodalan. Sedangkan Sosiopreneur fokus pada upaya pemberdayaan Alumni Santri. Alumni menyatakan mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pendampingan dilakukan dalam rangka menaikkan kelas dari Start up menjadi scale up dan dari Scale up menjadi sell up.

Purnomo mengajak semua pondok Pesantren di Kabupaten Jombang untuk bersinergi dan aktif mengakses fasilitas yang sudah disiapkan oleh Tim OPOP Jawa Timur.

Pondok pesantren di Jawa Timur yang menjangkau besar atau seperempat dari jumlah ponpes di Indonesia memiliki peluang besar untuk turut serta menyejahterakan masyarakat Jawa Timur.

“Pesan Ibu Gubernur Pemerintah Kabupaten Jatim diharapkan dapat bersinergi untuk mengembangkan program OPOP. Seperti Dinas Pendidikan Kebudayaan juga Kemenag Penma diharapkan juga memasukkan mulok atau materi ekstra intra entrepreneur OPOP,”tegas Purnomo. (ry/st/adi)

Views: 97

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi