NGANJUK, Abdirakyat.com – Tanaman kopi di Kabupaten Nganjuk, akhir-akhir ini tampaknya mulai jadi primadona, dibandingkan dari beragam jenis tanaman perkebunan lainnya. Seperti tebu, tembakau, cengkeh, coklat, kakau dan lainnya.
Kenapa begitu ?. Dibalik itu, ternyata ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para petani, jika tahu bagaimana cara menerapkan metode merawat tanaman yang benar agar menghasilkan produksi panen yang melimpah. Termasuk yang tidak kalah pentingnya sistim hilirisasi, pasca panen kopi.
Hal itu kerap disampaikan Wakil Komisi IV DPR RI, Ir Mindo Sianipar disejumlah tempat dalam acara temu wicara / serap aspirasi bersama kelompok tani kopi dari empat kecamatan ( Ngetos,Sawahan Loceret dan Brebek).
Untuk mewujudkan Nganjuk sebagai daerah penghasil kopi, para petani intens dibimbing oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
“Petani harus siap berdaya saing hilirisasi kopi. Tentunya tujuan dasarnya untuk peningkatan nilai tambah,”terang Dedi Nawan, Kepala Desa Gekakan, Loceret saat usai melaksanakan temu wicara bersama kelompok tani kopi di Gedung Aspirasi Desa Gejakan, Loceret. Senin, (08/11/2021).
Tren minum kopi di kalangan masyarakat bisa menjadi peluang bagi para petani dan pengusaha kopi, untuk mengembangkan produktivitas dan usahanya.
“Untuk kopi Nganjuk bisa dijuluki kopi wilis, karena diambil dari letak geografisnya,”imbuh Dedi Nawan
Oleh karena itu, tambah Dedi, guna memperkuat hilirisasi, dibutuhkan teknologi pengolahan, mutu cipta rasa dan branding atau pemasaran. Untuk mewujudkan itu kuncinya seluruh petani kopi untuk bersatu bersinergi, agar mempunyai daya tawar kepada pembeli.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri, kita harus bersatu menjadi satu kesatuan. Salah satunya membentuk koperasi, harapanya petani bisa memiliki nilai tawar dan menghasilkan produk bernilai tinggi,”katanya.
Selain itu, lanjut Dedi, petani kopi juga harus bisa meningkatkan kualitas bahan baku begitu juga dengan pemanfaatan limbah kopi.
“Petani kita ajari agar bisa memanfaatkan limbah kopi, baik untuk pupuk, maupun pakan ternak,”pungkasnya. (adi)
Views: 36




















