Disnak Jombang Perketat Pengawasan PMK Saat Musim Kemarau, Status Nol Kasus Terus Dipertahankan

Selasa, 28 Juli 2026 08:31 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang memperkuat pengawasan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) selama musim kemarau untuk mempertahankan status nol kasus yang berhasil dicapai sepanjang 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya risiko gangguan kesehatan ternak akibat cuaca panas ekstrem.

Pengawasan dilakukan melalui pemantauan kesehatan ternak secara intensif, optimalisasi layanan di seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), serta edukasi kepada peternak mengenai pentingnya deteksi dini penyakit.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus PMK di Jombang, peternak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Mochamad Saleh, mengatakan perubahan suhu selama musim kemarau dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan menurunkan daya tahan tubuh ternak sehingga berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit.

“Cuaca ekstrem dapat memengaruhi kondisi lingkungan maupun kesehatan ternak. Karena itu, kami meminta peternak meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara rutin agar potensi penyakit dapat diketahui sejak dini,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Saleh, keberhasilan mempertahankan status nol kasus PMK harus dibarengi dengan upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten.

Selain PMK, peternak juga diminta mewaspadai penyakit lain yang berpotensi muncul akibat tingginya suhu udara selama musim kemarau.

“Status nol kasus PMK yang telah dicapai harus terus dijaga. Namun peternak juga perlu mengantisipasi penyakit hewan lainnya yang dapat berkembang akibat kondisi cuaca panas,” katanya.

Disnak Jombang mengimbau peternak menjaga kebersihan kandang, memastikan ketersediaan pakan dan air minum yang berkualitas, serta mengoptimalkan sirkulasi udara untuk mengurangi risiko stres panas pada ternak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Peternak juga diminta segera melapor ke Puskeswan apabila menemukan gejala seperti demam, lepuh pada mulut atau kuku, produksi air liur berlebihan, maupun ternak yang mengalami pincang.

“Apabila muncul gejala sekecil apa pun, jangan menunggu kondisinya memburuk. Segera laporkan ke Puskeswan agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko penularan bisa ditekan,” tutur Saleh.

Sebagai upaya mendukung pencegahan, Disnak Jombang mengoptimalkan layanan seluruh Puskeswan dan posko pengendalian PMK agar peternak lebih mudah memperoleh pemeriksaan, konsultasi, hingga penanganan apabila ditemukan indikasi penyakit pada ternaknya.

Views: 25

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi