RSUD Jombang Hadirkan Teknologi Laparoskopi: Operasi Minim Sayatan, Pemulihan Jauh Lebih Cepat

Jumat, 30 Januari 2026 12:28 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

JOMBANG, Abdirakyat.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang terus melakukan transformasi pelayanan kesehatan dengan memperkuat teknologi bedah minimal invasif atau laparoskopi.

Inovasi ini memungkinkan pasien menjalani operasi dengan trauma jaringan yang minimal sehingga masa pemulihan menjadi jauh lebih singkat dibandingkan metode bedah konvensional.

Dokter Spesialis Bedah RSUD Jombang, dr. Ida Bagus Trisnanda, Sp.B., M.Ked.Klin., menjelaskan bahwa perbedaan mencolok terletak pada luas sayatan.

Jika operasi konvensional memerlukan sayatan sepanjang 10 hingga 25 cm, teknik laparoskopi hanya membutuhkan lubang kecil sekitar 1 cm di area pusar (umbilikus).

“Tujuannya adalah meminimalkan trauma jaringan. Dengan sayatan kecil, proses penyembuhan otomatis lebih cepat dan secara estetika bekas luka sering kali tidak terlihat,” ujar dr. Bagus dalam program Humas RSUD Jombang Menyapa, Rabu (21/1).

Keunggulan utama dari teknologi ini adalah efisiensi waktu rawat inap. Sebagai perbandingan, pasien operasi usus buntu dengan teknik lama biasanya memerlukan waktu pemulihan di rumah sakit selama 4 hingga 5 hari.

“Dengan laparoskopi, pasien yang dioperasi pagi hari sudah bisa melakukan mobilisasi pada malam harinya, dan esok hari sudah diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Beberapa tindakan medis yang rutin dilakukan dengan teknik ini di RSUD Jombang meliputi:

* Operasi usus buntu (akut maupun perforasi).
* Pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi).
* Penanganan kista dan abses hati.
* Penyambungan usus.
* Tindakan laser untuk hemoroid (ambeien) dan fistula perianal yang minim nyeri.

Meskipun menggunakan teknologi mutakhir, RSUD Jombang memastikan layanan ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Fasilitas minimal invasif ini tersedia bagi pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan, baik kelas 1, 3, hingga Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Hingga saat ini, RSUD Jombang menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah setempat yang memiliki fasilitas bedah minimal invasif terlengkap.

Kendati demikian, dr. Bagus menegaskan bahwa keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Jika dalam prosesnya ditemukan penyulit, tim medis akan melakukan konversi ke teknik operasi terbuka sesuai standar prosedur medis.

Di akhir keterangannya, dr. Bagus mengimbau masyarakat untuk tetap kritis dan tidak melakukan diagnosa mandiri berdasarkan informasi yang beredar di internet tanpa konsultasi medis profesional.

Views: 33

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi