Greta Thunberg dideportasi dari Israel, mengecam ‘kejahatan perang’ Gaza

Rabu, 11 Juni 2025 22:01 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat
Greta Thunberg dideportasi dari Israel, mengecam 'kejahatan perang' Gaza

Internasional, Abdirakyat.com – Juru kampanye Swedia Greta Thunberg dideportasi dari Israel pada hari Selasa, sehari setelah angkatan laut Israel mencegahnya dan sekelompok aktivis pro-Palestina berlayar ke Gaza.

Pasukan Israel menyita kapal bantuan kecil mereka, yang berusaha untuk memecahkan blokade laut Gaza yang sudah berlangsung lama, dan 12 awak dibawa ke Israel.

Empat dari kelompok itu, termasuk Thunberg, setuju untuk segera dideportasi, sementara delapan lainnya menentang perintah repatriasi. Mereka telah ditahan di dekat bandara Tel Aviv menunggu sidang pengadilan tentang status hukum mereka.

Di antara mereka yang menolak untuk pergi adalah Rima Hassan, seorang anggota parlemen Eropa Prancis.

“Kami adalah 12 sukarelawan damai yang berlayar dengan kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional. Kami tidak melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan,” kata Thunberg kepada wartawan setelah dia terbang ke Paris, menuduh Israel menculiknya.

Baca juga : Israel Bajak Kapal Madleen Pembawa Bantuan ke Gaza, 12 Aktifis Pro Palestina Ditahan

“(Ada) pelanggaran berkelanjutan terhadap hukum internasional dan kejahatan perang yang dilakukan Israel secara sistematis terhadap warga Palestina dengan tidak membiarkan bantuan datang kepada orang-orang yang kelaparan,” kata petenis Swedia berusia 22 tahun itu.

Israel telah memberlakukan blokade darat, udara dan laut yang kaku di Gaza, dengan mengatakan penutupan itu diperlukan untuk mencegah senjata mencapai militan Hamas. Ini memungkinkan pasokan makanan terbatas yang terutama didistribusikan oleh kelompok swasta yang didukungnya.

Kementerian Luar Negeri Israel menolak misi laut menuju Gaza sebagai aksi publisitas pro-Hamas. “Greta dan teman-temannya membawa sejumlah kecil bantuan di kapal pesiar selebriti mereka. Itu tidak membantu rakyat Gaza. Ini tidak lain adalah tipu muslihat yang konyol,” kata Menteri Luar Negeri Gideon Saar kepada wartawan pada hari Selasa.

Views: 56

Comments are closed.

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi