Bupati Jombang Launching ‘Dermaga Kencana

Selasa, 9 November 2021 13:43 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

JOMBANG, Abdirakyat.com Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPKB & PPPA) Kabupaten Jombang melaunching sekaligus memberikan Pembinaan kepada Kader Kemasyarakatan, Keagamaan, Keluarga Berencana atau yang disingkat ( Dermaga Kencana).

Launching yang ditandai dengan penyematan tanda peserta Pembinaan Kader oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab tersebut dilaksanakan di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Senin (08/11/2021).

Kader Kemasyarakatan, Keagamaan, Keluarga Berencana ( Dermaga Kencana ) merupakan kader yang dibentuk oleh Dinas PPKB & PPPA Kabupaten Jombang. Kader yang keanggotaannya terdiri dari Kader Kemasyarakatan, Kader Keagamaan dan Kader Keluarga Be (KB).

Jumlah ‘Dermaga Kencana’ di Kabupaten Jombang 2044 orang. Tujuan Dermaga Kencana untuk membantu mempercepat pelaksanaan program pemerintah dalam hal ini BKKBN yakni Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau yang disingkat (Bangga Kencana) di Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab dalam pengarahannya mengulas sejarah bagaimana masuknya program KB di Kabupaten Jombang pada tahun 1976.

Muncul dari para Kyai kala itu, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Jombang. Namun berkat adanya kolaborasi, sinergitas yang baik Program KB dapat diterima dimasyarakat. Program KB tidak membatasi, namun mengatur kelahiran,”tutur Bupati Mundjidah Wahab.

Demikian dengan masalah kependudukan yang dihadapi saat ini, baik pengendalian pengendalian, kualitas penduduk dan penyebarannya merupakan tanggung jawab Pemerintah bersama semua elemen masyarakat Kabupaten Jombang. Semuanya harus berkolaborasi, bersinergi dan mendukung suksesnya program program yang ada, tambahnya.

Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, adalah merupakan program andalan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang bertujuan untuk memperlambat / menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Dengan harapan dapat meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia, melalui kampanye Keluarga Berencana (KB).

“Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program Dermaga Kencana Dan Bangga Kencana oleh Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Jombang, yang telah berhasil membina dan mengembangkan kampung KB sebagai upaya mewujudkan kampung keluarga berkualitas, yang mampu mengimplementasikan 8 fungsi keluarga. Seperti fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan. Sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang sadar tentang pembangunan berwawasan kependudukan,”terang Bupati Mundjidah Wahab.

Dengan adanya integrasi lintas sektor dan mitra kerja, Program Dermaga Kencana Dan Bangga Kencana di Kabupaten Jombang dapat dirasakan oleh warga Jombang sebagai suatu upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, berkarakter dan berdayasaing, selesai.

Kepala Dinas PPKB & PPPA Jombang, Nur Kamalia, S.KM,M.Si, dalam laporannya menyebutkan, bahwa angka pernikahan dini di Kabupaten Jombang masih tinggi mencapai 12%. Pada tahun 2019 angka pernikahan dini mengalami penurunan di angka 9,88%.

Namun di bulan September tahun 2020 mengalami kenaikan yang signifikan dengan prosentasi sebesar 15,38%. Dengan kasus pernikahan dini di kalangan remaja, maka hal ini dapat menimbulkan banyak dampak negatif antara lain aspek ekonomi dan sosial, aspek psikologi, aspek pendidikan, dan dampak negatif dari segi kesehatan.

Sebagai upaya dalam mewujudkan program Dermaga Kencana dan Bangga Kencana, perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah dengan lintas sektor, komunitas, organisasi, PKK, akademisi, media, serta seluruh komponen dan elemen masyarakat, menjangkau secara komprehensif dan terintegrasi sehingga dapat menekan pernikahan dini di Kabupaten Jombang.

“Oleh karena itu, perlu ada sinergitas yang semakin solid untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk menurunkan angka stunting,”tuturnya.

Perlu diketahui, Tugas pokok dan fungsi Dermaga Kencana adalah membantu penyuluh KB dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta melakukan pembinaan terhadap calon akseptor dan akseptor KB; membantu penyuluh KB melakukan pemutakhiran data setiap tahunnya; membuat basis data dari hasil pendataan keluarga sejahtera sebagai bahan operasional di wilayahnya; membantu penyuluh KB membina kelompok bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR), bina keluarga lansia (BKL) dan usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor (UPPKA); membuat pencatatan dan memberikan pelaporan bulanan hasil kegiatan kepada PKB/PLKB sebagai pembina program Keluarga Berencana Nasional di desa atau kelurahan.

Dermaga Kencana sebagai berbagai kegiatan di tingkat desa atau kelurahan ke bawah, dengan pembinaan dari penyuluh KB di wilayahnya masing-masing. Kader Kemasyarakatan, Keagamaan, Keluarga Berencana harus mengikuti pertemuan rutin yang dilaksanakan, baik pertemuan antara pengurus, konsultasi pengurus dengan penyuluh KB atau petugas lapangan keluarga berencana maupun dengan petugas lain yang terkait secara rutin, berkala dan berjenjang.

Dermaga Kencana melakukan kegiatan penyuluhan, motivasi dan konseling program Bangga Kencana, untuk mendorong peningkatan peserta KB masyarakat yang semakin mandiri dan lestari. Kemudian mendorong peran serta dan kepedulian masyarakat, untuk memberikan perhatian kepada kesehatan dan keselamatan ibu dan keluarganya.

Meningkatkan kesadaran dan kepedulian keluarga terhadap kesehatan reproduksi, dalam rangka membina keharmonisan keluarga.

Meningkatkan ketahanan keluarga yang meliputi aspek keagamaan, pendidikan, sosial budaya, cinta kasih dan perlindungan dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera; meningkatkan kesadaran keluarga tentang perlunya menerapkan pola asuh anak dengan memperhatikan tumbuh kembang anak balita secara optimal.

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga lansia dan keluarga yang memiliki anggota keluarga di atas 60 tahun ke atas dalam pengembangan, pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dan membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi antara orang tua dan anak remaja.

Mendorong keluarga, agar mau dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera. Sikap dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dan membina tumbuh kembang anak, serta remaja secara seimbang melalui komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak remaja.

Mendorong keluarga, agar mau dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera. Sikap dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dan membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak remaja.

Mendorong keluarga, agar mau dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera.

Dalam Pembinaan tersebut, para kader selain menerima materi Komunikasi Efektif Komisi D DPRD Jombang, yang disampaikan Ketua DPRD H. Mas’ud Zuremi, juga ada materi 8 Fungsi Keluarga Komisi D DPRD Jombang, Hj. Erna Kuswati, SE. Peran PKK Dalam Mendukung Program Bangga Kencana, Wiwin Sumrambah, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang. Program Percepatan Pencegahan Stunting dan Pelayanan KB disampaikan oleh Titik Ulfah, dari Dinas Kesehatan. Peran Kader Keagamaan dalam Mensukseskan Program Pelayanan KB dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Ketua Fatayat NU Jombang.

Melalui Launching sekaligus Pembinaan Kader Dermaga Kencana, ini adalah dalam rangka menyamakan persepsi dan visi dalam melangkah menyukseskan program Bangga Kencana.

“PKK sebagai pemerintah mitra pasti akan mendukung program pemerintah melalui sosialisasi, fasilitator dan penghubung. PKK sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Tiap kader harus memiliki buku saku, dan laporan kegiatan. Selain melakukan pendampingan, data, dan evaluasi,”kata Wiwin Sumrambah.

Hadir pada acara ini Staf Ahli, Asisten Pemerintahan, kepala OPD terkait lingkup pemkab Jombang, Ketua DPRD Jombang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang beserta pengurus jajaran DPPKB dan PPPA, koordinator PKB dan PKB se Kabupaten Jombang, serta para Kader Kemasyarakatan, Keagamaan Keluarga Berencana. (rd)

Views: 38

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi