Ketum PBNU Ajak Warga NU Tolak Omnibus Law? KH. Aqil Sirodj: Itu hanya Menguntungkan Investor

Rabu, 26 Januari 2022 05:31 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

JAKARTA, Abdirakyat.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Sirodj menilai Undang-Undang Cipta Kerja hanya menguntungkan kaum para investor dan rakyat terus akan diinjak.

Oleh karena itu, KH. Aqil Sirodj mengajak kepada warga NU untuk menolak itu semua. Hal ini dikatakan ketika ia memberikan sambutan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jakarta secara virtual, pada Rabu (7/9/2020) lalu.

Aqil menyebut, bahwa UU Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR dan Pemerintah dalam rapat paripurna pada Senin (5/10/2020) waktu itu sangat tidak seimbang dan sangat merugikan rakyat.

“Itu hanya menguntungkan konglomerat, kapitalis dan investor saja. Kemudian menindas dan menginjak kepentingan, atau nasib para buruh, seperti petani dan rakyat kecil,”tururnya.

Menurut Aqil, Pemerintah sama sekali tidak membuat rakyat makin sejahtera dan tidak sesuai sebagaimana diamatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Tapi tidak pernah Pasal 33 UUD 45 diimplementasikan, bahwa kekayaan Indonesia ini untuk seluruh rakyat Indonesia. Apakah itu sudah di implementasikan? Sama sekali tidak. Bahkan saling menguntungkan, yang kaya semakin kaya dan yang miskin kian miskin,”ujar Aqil.

Aqil menjelaskan, bahwa salah satu Pasal yang bermasalah tersebut ada di paragraf 12 Pasal 65 ayat 1 yang berbunyi: “Pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan dapat dilakukan melalui Perizinan Berusaha”, sebagaimana dimaksud dalam UU ini.

Kemudian Pasal 65 ayat 2 UU Cipta Kerja yang berbunyi: “Ketentuan lebih lanjut pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan diatur dengan peraturan pemerintah. Menurut Aqil, Pasal ini Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan tidak bisa dibenarkan karena berpotensi mengkapitalisasi pendidikan.

“Kita harus melakukan judicial review. Harus meminta ditinjau ulang, tapi dengan cara elegan dan bukan dengan anarkis. Kita harus bersuara demi warga NU, demi NU dan demi moderasi dalam membangun masyarakat. Kita tidak boleh mengorbankan rakyat kecil,”tegasnya.

DPR dan pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan pada Senin (5/10/2020) lalu.

Keputusan ini disetujui oleh tujuh dari sembilan fraksi, antara lain: PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP. Sementara dua fraksi yang menolak adalah Demokrat dan PKS.

Proses pengesahan RUU Cipta Kerja diwarnai dengan perdebatan, hingga menimbulkan ketegangan sampai Fraksi Partai Demokrat walk out dari sidang paripurna.

Sekarang UU Cipta Kerja telah mengundang reaksi keras dengan gelombang demonstrasi dari masyarakat sipil, seperti mahasiswa, masyarakat adat, kelas pekerja, para guru dan tokoh agama.

Selain itu, KH. Luthfi Bashori mengungkapkan terkait kerja yang tidak lazim, seperti halnya penetapan RUU Omnibus Law yang dilakukan tengah malam itu tidak bisa dibenarkan, menurutnya kerja tidak tahu waktu sama persis dengan kerja Iblis.

“Iblis itu tidak pernah berhenti dari pekerjaan jahatnya. Semangat kerja Iblis, hampir tak tertandingi oleh kalangan manusia. Bahkan semangatnya itu perlu diacungi jempol, karena tidak mengenal waktu. Intinya kerja, kerja dan kerja, begitulah slogan yang sering dilontarkan oleh Iblis,”kata KH. Luthfi seperti beredar di WhatsApp.

Ia menjelaskan, kerja Iblis itu bukanlah menghasilkan hal-hal yang positif bagi kalangan manusia, tapi sangat banyak merugikan mereka.

“Maklum lah, karena Iblis itu sendiri adalah tukang tipu daya, tukang menjerumuskan orang ke dalam jurang nista, tukang menyengsarakan manusia, tukang menakut-nakuti masyarakat, tukang membodoh-bodohi umat, tukang menjauhkan manusia dari ajaran agama Islam dan sejumlah sifat buruk lainnyA,”tegasnya.

Ia menuturkan, dalam sebuah riwayat, bahwa Iblis yang terkutuk datang kepada Nabi Musa AS yang sedang bermunajat kepada Tuhannya. Iblis mendekatkan dirinya agar dapat mendengar sebagian dari munajat Nabi Musa.

“Kata seorang malaikat berkata kepada Iblis,“Wahai makhluk yang terkutuk apa yang engkau inginkan dari padanya ketika ia sedang bermunajat kepada Tuhannya?”

Iblis lalu menjawab,“Aku harap mendapatkan sesuatu dari padanya seperti aku mengaharap dari Ayahnya (Nabi Adam) ketika ia di dalam surga, di sisi Tuhannya sampai ia aku goda dan aku berhasil mengeluarkannya dari surga. Iblis ingin menggoda Nabi Musa seperti Iblis menggoda Nabi Adam AS,”pungkasnya. (red) 

( Sumber: kabarnahdliyin.com ) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi