Pemkab Jombang Buka Temu Bisnis Pertanian 2025, Fokus Perkuat Kemitraan dan Kemandirian Petani

Kamis, 11 Desember 2025 16:51 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi membuka kegiatan Temu Bisnis, Kemitraan Usaha, dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian–Perkebunan Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (11/12/2025).

Forum ini menjadi wadah bagi petani, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, serta pemerintah untuk membangun kemitraan agribisnis yang lebih terarah.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Surjati, S.Si., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Warsubi, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan perkebunan merupakan prioritas pembangunan Jombang.

“Temu bisnis ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem usaha tani yang adaptif dan berkelanjutan,”ujarnya.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian utama adalah tembakau. Pada 2025, luas tanam tembakau Jombang mencapai 5.853,8 hektare dengan potensi produksi 58.531,3 ton daun basah.

“Komoditas ini menjadi sumber ekonomi utama di wilayah utara Sungai Brantas seperti Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan, dan Kabuh,”ungkapnya.

Pemerintah daerah, lanjut Sri Surjati, terus meningkatkan dukungan melalui APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berupa penyediaan sarana produksi, alsintan, pembangunan infrastruktur tani, hingga pelatihan SDM.

“Pemkab Jombang juga mendorong kemitraan antara petani tembakau dan industri rokok di Lamongan, Bojonegoro, hingga Kudus,”ucap Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Surjati.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Much. Rony, MM, menyebut subsektor perkebunan masih menghadapi tantangan berat, mulai fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga tuntutan mutu industri. Namun, peluang pasar tetap terbuka untuk tembakau, kopi, tebu, kelapa, dan tanaman atsiri.

“Kopi Excelsa Jombang yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis terus menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Jerman,”ungkapnya.

Pada komoditas tebu, luas areal tanam meningkat menjadi 10.787 hektare, naik dari 10.102 hektare pada 2023, dengan produksi mencapai 787.246 ton dan rendemen rata-rata 7,11%. Hasil tersebut dinilai mendukung target swasembada gula nasional.

“Di sektor pangan, Jombang mempertahankan posisinya sebagai daerah penyangga dengan luas tanam padi 81.251 hektare dan produksi 522.037,67 ton,”jelasnya.

Rony menambahkan, penguatan kelembagaan tani menjadi fokus utama agar kelompok tani, gapoktan, dan koperasi mampu bertransformasi menjadi pelaku bisnis profesional.

“Digitalisasi usaha tani, pemanfaatan alsintan, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), dan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi juga menjadi perhatian,”paparnya.

Ia berharap, dunia industri semakin memperkuat kemitraan berkeadilan dengan petani, termasuk mekanisme serapan hasil dan pembinaan mutu.

Kegiatan Temu Bisnis Pertanian 2025 resmi dibuka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dan diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi sektor pertanian serta menyiapkan generasi muda sebagai pelaku agribisnis masa depan.

Views: 38

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi