Peran Pemkab Jombang Dalam Antisipasi Dini Pencegahan Bencana

Kamis, 11 November 2021 05:51 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, pada 10/11/2021 bertempat di aula Besut, menggelar acara Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo.

Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November ini mengambil tema “Peran Pemerintah Kabupaten Jombang Dalam Antisipasi Dini Pencegahan Bencana Alam”.

Langkah Pemerintah Kabupaten Jombang dalam melakukan antisipasi dini pencegahan bencana alam, serta bagaimana mengurangi risiko bencana seperti banjir, longsor, puting beliung dan bencana sosial dipaparkan oleh Gatot Rilo Pambudi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, serta Gunadi Kabid Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang sebagai narasumber.

Dalam menghadapi bencana, sesungguhnya bisa belajar dari pengalaman menghadapi bencana yang pernah dihadapi masyarakat. Bagaimana gerakan kepedulian yang dibentuk masyarakat dapat diintegrasikan dalam sebuah sistem yang ada dan membentuk ekosistem yang mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi bencana.

Sekretaris BPBD, Gatot Rilo Pambudi menyampaikan sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Jatim terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para Bupati/Walikota di Jatim, untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi karena fenomena La Nina dengan potensi bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, dan bencana lain). Demikian dengan peringatan BMKG fenomena La Nina yang curahan curah hujan yang diprediksi mencapai 20-70 persen.

“Untuk itu, langkah antisipasi bencana alam yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui BPBD, adalah membentuk forum pengurangan bencana yang memiliki 4 hal, yang kebetulan basecampnya di sebelah timur PMK Jombang,”terangnya.

Antisipasi bencana alam, tidak hanya menjadi tugas Pemerintah dan Tagana namun masyarakat juga dapat melakukan beberapa hal sebelum terjadi bencana. Yaitu membuat grup diskusi yang membahas peta desa, baru Mengidentifikasikan potensi bencana yang sering terjadi. Sedangkan dari pihak instansi untuk memfasilitasi karena meskipun ada pihak yang bisa membantu itupun juga butuh waktu. Oleh karenanya, sebelum ada bencana, masyarakat juga harus sudah ada persiapan tanggap darurat.

“Kami sebisa mungkin menyediakan sumber daya manusia untuk membantu saat terjadi bencana tersebut karena ada banyak sekali komunitas relawan-relawan yang sudah biasa membantu itu pada saat bencana,”ujar Rilo.

Selain itu, sebelum ada bencana atau sebelum mereka membantu mereka juga melakukan pelatihan tanggap darurat, yaitu tentang kegiatan yang dilakukan dengan segera saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan dan korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi, perjalanan, serta pemulihan dan sarana.

Sementara itu, Gunadi Kabid Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang menyampaikan, tetap mengikuti apa yang disampaikan pihak BPBD dan masing-masing terdapat kelompok Tagana yang berjumlah 36 orang. Jadi, kalau ada bencana atau bencana sosial sudah menjadi dapur untuk memulai dapur umum ketika terjadi bencana.

“Misalnya, apabila dalam 24 jam banjir surut maka kami berkolaborasi dengan pemerintah terkait seperti BPBD untuk mendirikan dapur umum dan kami memiliki anggota Tagana 36 orang dan kami mensiagakan KSB yaitu Kampung Siaga Bencana yang ada di Kademangan Mojoagung yang dibentuk kurang lebih 6 tahun lalu . KSB ini merupakan program yang di motori atau koordinir Dinas Sosial Provinsi Jatim,”jelasnya.

Sedangkan dapur umum didirikan bila mungkin ada korban yang melakukan pengungsian. dan sesuaikan koordinasi dengan BPBD untuk air bersih. Dari sekian banyak anggota Tagana, mereka sudah memiliki tugas masing-masing dan berada di kecamatan masing-masing. Akan tetapi apabila terjadi bencana mereka tidak bisa bergerak sendiri tetap harus berkoordinasi dengan anggota yang lainnya.

“Meskipun menangani bencana alam, kami juga mempersiapkan persiapan akan terjadinya bencana sosial seperti mempersiapkan beras dan sembako lainnya untuk mereka atau para pengungsi”,lanjutnya.

Diakhir dialog tersebut, Rilo juga menyebutkan, bahwa FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kabupaten Jombang, lembaga independen yang beranggotakan lembaga pemerintah, swasta dan komunitas relawan telah bergerak selaras mendukung mengurangai risiko bencana. Masyarakat diharapkan, untuk mengetahui narahubung layanan siaga darurat dan musibah di Jombang.

1. Jombang Siaga 112, tanggap darurat 24 jam. Follow instagram : @call112jombang

2. Layanan Kegawatdaruratan Medis 119 Bebas Pulsa dari Ponsel atau bisa diakses di :0321-8490119 ; No Hp : 0811-3166-119 Follow instagram : @psc119_sibangjo_kab.jombang

3. Pra RS RSUD jbg, Ambulans 119 & Tim Medis : 0321 849 1119

4. Call Center Pusdalops BPBD 24 jam layanan darurat bencana & bencana : 0812-5259-6233

Follow instagram : @pusdalopsjombang

Dalam dialog yang dipandu oleh, Giono (Red. Ari dari Radio Suara Jombang) yang diikuti oleh Kasi Trantib/perwakilan dari 21 Kecamatan dan OPD terkait tersebut juga memberikan kesempatan untuk berdialog tanya jawab dengan narasumber. (rd)

Views: 49

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi