JOMBANG, Abdirakyat.com – Dinas Sosial Kabupaten Jombang melalui Bidang Rehabilitasi Sosial bergerak cepat menangani kasus penemuan bayi perempuan terlantar di Desa Beji Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Penanganan dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak terlantar sekaligus memastikan proses pendampingan terhadap keluarga berjalan sesuai prosedur.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Kepala Dusun Beji menerima laporan adanya bayi yang ditemukan di teras rumah warga, lalu meneruskannya ke Puskesmas Mayangan.
Tim PONED Puskesmas Mayangan kemudian mendatangi lokasi dan menemukan bayi perempuan dalam kondisi masih kemerahan dengan tali pusat serta ari-ari yang masih menempel.
Bayi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Mayangan untuk mendapatkan perawatan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi memiliki berat badan 2.340 gram dengan panjang tubuh 46 sentimeter dan dalam kondisi sehat tanpa luka.
Setelah menerima informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, tim Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jombang langsung menuju puskesmas guna melakukan koordinasi dan pendalaman terkait kronologi kejadian.
Di tengah proses penanganan, keluarga yang mengaku sebagai orang tua kandung bayi datang bersama ibu yang baru melahirkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dari keterangan awal, keluarga mengaku tidak mengetahui adanya kehamilan tersebut. Persalinan disebut berlangsung secara mandiri di rumah kosong milik kerabat.
Karena panik dan ketakutan usai melahirkan, kedua orang tua bayi diduga meninggalkan bayi itu di teras rumah warga.
Kasus tersebut mulai terungkap setelah pemilik rumah kosong datang pada Selasa (19/5/2026) dan menemukan bercak darah di dalam rumah. Setelah didesak pihak keluarga, ibu bayi akhirnya mengakui telah melahirkan dan meninggalkan bayinya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Tri Suhartono, S.H menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan bayi maupun keluarganya berjalan maksimal.
“Penanganan tidak hanya fokus pada kondisi bayi, tetapi juga pendampingan terhadap ibu dan keluarga. Kami terus bersinergi dengan pihak kesehatan, kepolisian, serta UPTD PPA agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur hukum dan kemanusiaan,”katanya.
Saat ini kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Jogoroto untuk proses lebih lanjut. Sementara ibu bayi juga mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Jombang. (rozi)
Views: 37




















