Mindo Sianipar Rangkul Dosen Polbangtan Malang Gelar Bimtek Budidaya Sapi Pedaging

Rabu, 16 Maret 2022 12:14 WIB
Reporter : Redaksi

 

 

NGANJUK, Abdirakyat.com –  Merubah pola budidaya ternak sapi tradisional menjadi konvensional bukan hal yang mudah.

Tentunya perlu pendampingan dari para ahli yang menguasai dunia usaha penggemukan sapi. Baik secara akademis, maupun dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman mengelola usaha mandiri tersebut.

Seperti puluhan perwakilan peternak sapi tradisional dari 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk, pada hari ini ( Rabu,16/03/2022) mengikuti bimbingan teknis ( Bimtek) di rumah aspirasi di Desa Gejakan Kecamatan Loceret. 

Hadir sebagai nara sumber dari unsur akademis, yaitu Dr.Sat Likah ,S.Pt,MP salah satu dosen dari Polbangtan Malang. Sementara satu nara sumber lagi didatangkan dari pelaku usaha penggemukan sapi pedaging ( sapi potong) yaitu Wendy Ivan Agustian .

Di mata peserta bimtek, kedua nara sumber ini saling melengkapi. Untuk Dr.Sat Likah mengedepankan pemaparan secara akademis dengan mengangkat tema manajemen pemberian pakan sapi pedaging .

“Prinsip peternakan rakyat pada umumnya memberi pakan ternak sesuai dengan apa yang ada, bukan sesuai kebutuhhan ternak,” papar Sat Likah saat menyampaikan bimttek.

Yang pasti masih menurut Sat Likah bahwa pemberian pakan berkualitas rendah yang dimakan ternak secara teris menerus dalam jangka waktu lama akan berpengaruh negatif terhadap produktiifitas ternak.

“Pakan berkualitas harus memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ternak untuk hidup pokok,produksi maupun reproduksi,”terangnya juga.

Sebelum membuat ransum ( pakan) ternak berkualiitas lebih jauh disampaikan Sat Likah harus tahu bahan bahannya terlebih dahulu. Rumput gajah, daun jagung muda ( tebon) juga jerami kering. Sebagai bahan campuranya dedak garam mineral ttetes tebu dan air. 

Sebelum dilakukan permentasi, bahan rumput gajah jerrami dan tebon jagung dipotong kecil kecil. Setelah itu dicampuri dedak kering dittaburi garam grasak, tetes tebu dan mineral serta air dan cairan organik.

” Semua bahan baku tersebut diaduk jadi satu. Setelah itu dimasukkan tong selama empat hari. Pakan permentasi siap disajikan,”imbuh Sat Likah.

Usai pemaparan dari Dr.Sat Likah diteruskan praktek pembuatan ransum ( pakan ternak ) secara permentasi yang dibimbing oleh Wendy Ivan Agustian.

“Komposisinya harus sesuai takaran,” jelas Wendy saat mempraktekkan pembuatan pakan ternak dihadapan peternak rakyat.

Untuk diketahui agenda  Bimbinggan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian diwilayah koordinadi Dapil Vlll Jatim adalah agenda kerja Ir. Mindo Sianipar anggota DPR RI.

“Dengan kegiatan ini saya  berharap bisa membuka wawasan para peternak rakyat di Kabupaten Nganjuk untuk menjadi peternak konvensional berorientasi profit untuk mendongkrak perkapita peternak,”jelas Mindo Sianipar.

Sementara disampaikan Kepala Desa Gejakan, Dedi Nawan dengan menggelar kegiatan ini bisa menjadi pilihan peternak sebagai usaha mandiri dan  berpotensi yang bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga didukung oleh BPPSDMP Kementrian Pertanian. ( adi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

bannera
iklan-besar-fix

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

bannera

Berita Ekonomi