Perhutani KPH Jombang Gandeng Muspika Pastikan Keamanan Pesanggem yang Tinggal di Dalam Hutan Lebak Jabung

Kamis, 4 Desember 2025 13:31 WIB
Reporter : Admin Abdirakyat

 

 

JOMBANG, Abdirakyat.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menggandeng unsur muspika untuk melakukan pendekatan dan pembinaan guna memastikan keamanan para pesanggem anggota LMDH Andika Wana Lestari Desa Sumberjo, Wonosalam, yang tinggal di kawasan hutan.

Empat pesanggem tersebut menempati wilayah hutan BKPH Jabung yang secara administratif berada di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, berbatasan dengan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan dilakukan pada Rabu (3/12).

Setelah penjarahan hutan besar-besaran pada 1998–1999 yang membuat kawasan RPH Lebak Jabung gundul, Perhutani sempat kesulitan mencari penggarap.

Pada tahun 2000, sebanyak 15 kepala keluarga pesanggem dari luar daerah hadir untuk menggarap lahan melalui sistem tumpangsari.

Kini hanya beberapa keluarga yang masih bertahan, sementara sisanya telah kembali ke daerah asal, utamanya dari Nganjuk.

Para pesanggem membangun gubuk sederhana sebagai tempat singgah, istirahat, sekaligus titik pengawasan lahan garapan agar terhindar dari ancaman babi hutan, kera, dan hama lain. Mereka juga sewaktu-waktu ikut bekerja dalam berbagai kegiatan Perhutani.

Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handayani, menyampaikan apresiasi kepada muspika dan berbagai pihak yang turut memastikan keamanan dan kenyamanan para pesanggem yang sudah menempati kawasan Magersari Watu Seno dan Gua Anggaswesi selama 25 tahun terakhir.

“Mereka menjadi bagian dari kemitraan Perhutani yang ikut merawat kelestarian hutan hingga saat ini. Keuletan dan kesabaran mereka patut menjadi inspirasi bagi kita semua,”ungkap Enny.

Enny juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pesanggem di Lebak Jabung yang telah berperan aktif menjaga kelestarian hutan.

Sakri, salah satu pesanggem senior, mewakili kelompoknya menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas kesempatan bekerja sejak tahun 2000, pasca kerusakan hutan tahun 1999.

“Gubuk kami hanya tempat singgah sementara. Yang penting ada tempat berteduh sepulang dari ladang. Meski sederhana dari anyaman bambu tanpa listrik, kami nyaman,”ujarnya.

Lokasi gubuk para pesanggem ini juga kerap menjadi tempat singgah bagi petugas Perhutani, muspika, maupun pengunjung Gua Anggaswesi.

Di jalur menuju Gua Anggaswesi, terdapat tiga gubuk yang ditempati tiga keluarga pesanggem.

Satu gubuk tambahan sedang dibangun secara gotong royong oleh Perhutani, LMDH, dan muspika untuk ditempati Darmadi, agar ia tetap dapat bekerja sebagai pesanggem sekaligus menjaga gua yang kerap dikunjungi warga untuk ritual.

Berikut Data Pesanggem dan Lokasi Gubuk

1. Sakri – 76 tahun, asal Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang; gubuk di Petak 33 F RPH Sumberjo.

2. Zaini – 50 tahun, asal Desa Margopatut, Sawahan, Nganjuk; gubuk di Petak 57 D RPH Lebak Jabung.

3. Saelan – 65 tahun, asal Desa Margopatut, Sawahan, Nganjuk; gubuk di Petak 57 D RPH Lebak Jabung.

4. Darmadi – 68 tahun, asal Desa Winong, Boyolali; sementara tinggal di area Gua Anggaswesi di Petak 37 F RPH Sumberjo.

Perhutani terus membangun sinergi dengan tiga muspika, yakni: Muspika Kecamatan Wonosalam (Jombang), Muspika Kecamatan Jatirejo (Mojokerto) dan Muspika Kecamatan Trowulan (Mojokerto).

Akses tercepat menuju kawasan Magersari Watu Seno dan Gua Anggaswesi adalah melalui Desa Lebak Jabung, Jatirejo, Mojokerto, melewati patung petilasan Gajah Mada dan masuk ke area hutan.***

Views: 31

Berita Terkait

banner samping abdi

Berita Terpopuler

Berita Teknologi

Berita Politik

Berita Ekonomi